Tampilkan postingan dengan label Kuliah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kuliah. Tampilkan semua postingan

Senin, 09 April 2012

PKWT dan PKWT

Perjanjian Kerja Waktu Tertentu dan Perjanjian Kerja Waktu tidak Tertentu
PERJANJIAN KERJA WAKTU TERTENTU
PERJANJIAN KERJA WAKTU TIDAK TERTENTU
dibuat secara tertulis serta harus menggunakan bahasa Indonesia dan huruf latin. Dan memuat sekurang-kurangnya nama, alamat perusahaan, dan jenis usaha, nama, jenis kelamin, umur, dan alamat pekerja/buruh, jabatan atau jenis pekerjaan, tempat pekerjaan, besarnya upah dan cara pembayarannya, syarat syarat kerja yang memuat hak dan kewajiban pengusaha dan pekerja/buruh, mulai dan jangka waktu berlakunya perjanjian kerja, tempat dan tanggal perjanjian kerja dibuat, dan tanda tangan para pihak dalam perjanjian kerja.
Secara lisan namun harus dibuat surat pengangkatan yang sekurang-kurangnya memuat: nama buruh, tanggal mulai bekerja, jenis pekerjaan dan besarnya upah
tidak dapat mensyaratkan adanya masa
percobaan kerja.
dapat mensyaratkan masa percobaan kerja
paling lama 3 (tiga) bulan.
Pekerjaan Tidak Tetap( tidak terus menerus)
Pekerjaan bersifat tetap( terus menerus)
Waktu perjanjian dapat diperpanjang atau diperbaharui
Waktu perjanjitan tergantung kebijakan perusahaan
Dapat diadakan untuk paling lama 2 (dua) tahun dan hanya boleh diperpanjang 1 (satu) kali untuk jangka waktu paling lama 1 (satu) tahun.
Tergantung kebijakan perusahaan
Wajib dicatatkan kepada instansi ketenagakerjaan kabupaten/kota setempat
Tenaga Kerja Kontrak
Tenaga Kerja Tetap
Tidak berhak mendapat kompensasi saat di PHK
Berhak mendapat kompensasi saat di PHK
Tidak mendapat asuransi jaminan hari tua dan atau pensiun
Jaminan asuransinya tercover lengkap
CONTOH PERJANJIAN KERJA
PERJANJIAN KERJA WAKTU TERTENTU
SURAT PERJANJIAN KERJA WAKTU TERTENTU
No. UM.001/1525/PT.MM/KTRK/2012

Selasa, 26 April 2011

Perbandingan Administrasi Publik

Pengantar
Struktur atau institusi birokrasi dipergunakan sebagai subjek analisis administrasi publik perbandingan karena birokrasi sebagai sustu struktur politik yang secara khusus akan memberika dasar untuk mengatasinya dibandingkan dengan pemilihan satu atau beberapa katagori fungsi.

struktyur atau institusi birokrasi menjadi pusat perhatian administrasi public dengan tujuan untuk mebandingkan administrasi Negara terhadap politik sebagai bagian dari keseluruhan system politik.

Penekanan di letakkan pada struktur karena struktur-struktur tersebut bervatiasi dari satu system dengan system yang lain. dan atas perbedaan itu mempunyai fungsi yang berbeda.

contoh: Bandingkan dengan struktur dan fungsi badan inteligen Amerika dengan Indonesia. bandingkan kedudukan keplisian dan militer di amerika dengan di Indonesia. bandingkan antara militer negara yang mempunyai iklim salju dengan yang tropis.

Dengan mempelajari suatu fungsi melalui berbagai struktur maka akan timbul problema konsep analisis:

1. Fungsi yang dilakukan suatu institusi dan cara melakukannya

Setiap analisis perbandingan dari sistem politik akan menimbulkan dilema dalam pendekatan, mungkin pendekatan yang dilakukan bersifat fungsional dan bisa bersifat institusional.

Hal ini menibuljkan kajian yang serius di dunia barat mengingat terdapat korelasi yang tinggi antara sistem antara struktur-struktur dan fungsi, tetapi akan memberikan kesulitan lebih seius di negara berkembang.

Perbandingan struktur mempunyai bahaya karena lebih mudah membandingkannya, meliputi hilangnya atau bahaya yang timbul akibat struktur mempunyai fungsi yang sama.


2. Konsep birokrasi

Sebagaian ahli sosial mendefenisikan birokrasi dalam arah untuk mengidentifikasi gejala yang berkaitan dengan organisasi yang kompleks dan luas tanpa adanya suatu kondisi persetujuan atau penolakan.

Dimensi birokrai menurut Richard Hill untuk hal-hal yang bersifat khusus.
1. hirarki kekuasaan yang jelas defenisinya
2. pembangian kerja di dasarkan spesialisasi fungsi
3. sistem pengaturan yang meliputi hak-hak dan pekerjaan anggotanya
4. sistem yang mengjasilkan sustu sistem prosedur untuk penelitian
5. impersonalitas hubungan interpersonal
6. pemilihan pekerja dan promosi yang didasarkan pada persetujunan teknis.



Birokrasi adalah bentuk organisasi. Organisasi salah satunya adalah birokrasi dan lainya adalah bukan birokrasi, dalam hal ini tergantung bagaimna sifat-sifatnya.

Keuntungan dan mempergunakan fokus struktural dalam mendefenisikan birokrasi bukan suatu komponen sikap oleh karena akan mengikuti pola-pola sikap yang terdapat dalam birokrasi yang biasanya di sebut sikap birokratik.

Menurut Frederich persoalan yang ada pada aspek sikap birokrasi sebenarnya lebih kompleks dari pada yang berkaitan dengan aspek struktural. ia melihat bahwa neskipun didapkan kesamaan, sikap-sikap birokrat sangat bervariasi di setiap saat dan tempat tanpa menunjukkan suatu pola yang jelas dari perkembangannya. Sikap manusia dalam budaya tertentu sangat dipengaruhi oleh nilai-nilai dan keyakina pada budaya itu.

Contoh: seorang pejabat China selalu akan dipengaruhi oleh Doktrin Kong Hu Chu yang lebih mengutamakan kebaikan bangsanya, dibandingkan dengan pejabat Swiss yang lebih dipengaruhi ajaran Kristen yang mana lebih mengutamakan kesabaran.

Secara intuisi orang selalau mengangpa bahwa struktur birokrasi birokrasi dan pola kerjanya akan berlainan untuk masing-masing negara dan akan sangat berbeda antara barat dan timur.

Variasi dalam aspek struktural yang dinyatakan dalam bentuk divergensi yang datang bila sikap telah di tumbuhkan.

karakteristik struktur dapat dibagi atas 3 (tiga) hal yaitu:

1. hirarki
2. diferensiasi atau spesialisasi
3. kualifikasi atau kompetensi.

ad. 1. Hirarki

Merupakan hal yang penting karena berhubungan erat dengan usaha-usahan untuk mempergunakan rasionalitas dalam tugas-tugas administrastif. Max Weber meilihat usaha ini sebagai usaha untuk menerangkan asal mula bentuk birokrasi dari organisasi. melihat hirarki sebagai suatu perinsip dan tingkat kekuasaan yang bertingkat, yang menjamin suatu sistem order yang ketat dari super ordinasi dan sub-ordinasi dimana kantor-kantor yang lebih tinggi mengawai yang lebih rendah

ad. 2. Diferesnsiasi atau Spesialisasi. spesialisasi

Spesialisasi dalam organisasi merupakan hasil dari pembagian pekerjaan, yang merupakan persyaratan menyelesaiakan proses kerja sama antara manusia untuk mengatur lingkungan dan mencapai tujuan yang kompleks.

Alokasi tugas secara khusus menunjukkan adanya perbedaan dalam organisasi, dimana peran ilmu sosialogi sangat menentikan. struktur dari organisasi harus memberikan hubungan fungsional dari peran itu.

ad. 3. Kualifikasi atau Kompetensi

Kualifikasi menunjukkan fungsi-fungsi ini atau peran memelukan orang-orang yang mempunyai peran dan karenanya perlu dilatih, yang selanjutnya menuju ke profesionalisme dalam hubungnnya dengan aspek ini.

Kompetensi dan kulifikasi ada hubungnnya dengan hubungan-hubungan tertentu dalam organisasi karenannya lebih di sukai. rumusan Weber di uraikan sebagai tipe ideal yaitu sesuatu yang tidak menunjukkan realitas tetapi merupakan suatu anstraksi gambaran tertentu dan merupakan ”susunan mental” dimana menurut Weber tidak dapat di ketemukan secara empiris dalam kenyataan.

Menurut La Palombara konsep birokrasi itu bagaikan akordion, birokrat sebagai orang orang-orang yang memegang peranan manajerial, baik sebagai manajer tingkat atas, tingkat menengah mapun tingkat bawah tergantung pada jenjang organisasi mana birokrat itu pegang peranan dalam posisinya.


Studi aministrasi publik perbandingan yang memberikan pemusatan perhatian pada institusi atau struktur birokrasi perlu di pertimbangkan untuk menyesuakan dengan lingkungan dimana birokrasi itu tumbuh dengan melihat perkembangan ekonomi, politik dan keadaan sosial suatu negara.

Sebagai contoh dalam membenahi insturu atau struktur birokrasi kalau sudah memungkinkan mengggunakan pelayanan secara e-government mama perlu supaya pelayanan yang diberikan kepada masyarakat menjadi lebih baik dan lebih efisien, efektuif dan lebih transparan.

studi perbandingan administrasi publik dengan memfokuskan pada institusi birokrasi juga memberi keuntungan, seperti yang dikatakan Dwight Waldo pada tahun 1964 sebagai usaha dalam pengembanagn studi perbandingan.

Tema-tema untuk makalah yang akan dipresentasikan setelah UTS, tema ini masih bersifat umum, maka anda tulis makalah dengan judul yang lebih spesifik, makalah sifatnya perseorang, dengan terlebih dahulu menetukan judul sesua dengan kesepakatan di kelas.

1.Hubungan Studi perbandingan administrasi publik dengan ilmu politik (lebih teoretis dengan menjelaskan hubungan studi perbandingan administrasi publik dengan studi ilmu politik)
2.Birokrasi sebagai kompas administrasi negara perbandingan (kajian birokrasi sebagai pemusatan perhatian dalam perbandingan administrasi publik, kajian tidak hanya dalam konteks domestik tapi ditambah dengan uraikan perbandingannya)
3.Ekologi administasi ( faktor-faktor alam dan sistem sosial, politik, ekonomi, budaya, hukum dan lain-lain)
4.Tinjaun perbandingan sistem administrasi negara maju (perbandingan dengan negara-negara amerika utara, eropa dan asia timur)
5.Tinjaun perbandingan sistem administasi negara berkembang (perbandingan dengan negara-negara afrika, the rest of asian countries, amerika latin)
6.Pengembangan paradigma pembangunan administrasi dan majemen pembangian (paradigma pembangunan dan administrasi pembangunan)
7.Perbandingan perkembangan ilmu administrasi publik dan ilmu pemerintahan (perkembangan dan penerapan ilmu administrasi publik di indonesia)

http://sahruddin-lubis.blogspot.com/2008/10/perbandingan-administrasi-publik.html

Senin, 11 April 2011

Psikologi Kepegawaian


Belajar Mata Kuliah Psikologi Kepegawaian Bagian Pertama dan Pengantar di STIA LAN Makassar, ini dia nih Materinya, Dapat di Download DISINI


Materi Yang Kedua, KONSEP,TEORI KEPRIBADIAN DALAM PSIKOLOGI dapat di download
DISINI

Selasa, 25 Mei 2010

MSDM. Suatu Pendekatan Makro

MANAJEMEN SUMBER DAYA MANUSIA
Suatu Pendekatan Makro
( Drs. Basir Barthos )


HAKIKAT DAN TANTANGAN MANAJEMEN SUMBER DAYA MANUSIA
Manajemen sumber daya manusia timbul sebagai suatu masalah baru pada dasawarsa 1960-an, disebabkan setelah perang dunia ke-2, pembangunan nasional mulai dilancarkan oleh negara-negara nasional yang muda. Aspek-aspek sumber daya manusia di dunia, dapat digolongkan menjadi 2 kelompok yaitu: Negara-negara dimana kekurangan sumber daya manusia akibat pertumbuhan penduduk sangat rendah, sedangkan tingkat dan kemajuan ekonomi cukup tinggi dan pesat, dan kelompok negara-negara di mana masih terdapat kelebihan sumber-sumber daya manusia dibandingkan dengan tingkat perkembangan perekonomian sosialnya.
Manajemen sumber daya pada tingkat nasional bertujuan untuk mengintegrasikan sumber-sumber daya manusia ke dalam pembangunan sehingga terjadi penggunaan sumber-sumber daya manusia yang rasional dan efektif, unsue-unsur dari manajemen sumber daya manusia secara nasional meliputi: pengaturan jumlah penduduk, pendidikan dan latihan, perencanaan sumber daya manusia, produktifitas tenaga kerja, pengupahan dan pendapatan, penyebaran sektoral dan regional, perkiraan-perkiraan penyediaan dan penawaran serta kebutuhan tenaga kerja pada periode perencanaan dan proyeksi-proyeksi pada masa yang akan dating, baik dalam jangka pendek, menengah maupun dalam jangka panjang.
Dalam arti makro diterapkan fungsi-fungsi pokok manajemen yang umumnya meliputi: fungsi-fungsi manajemen dan fungsi-fungsi manajemen personalia yaitu fungsi-fungsi operatif, fungsi-fungsi manajemen biasanya meliputi planning, organizing, directing dan controlling. Fungsi-fungsi operatid meliputi procurement, development, compensation, integration,, maintenance dan separation. Pada tingkat makro manajemen sumber daya manusia dilakukan oleh badan-badan swasta yang bergerak di bidang pendidikan dan oleh perusahaan yang langsung berhubungan dengan sumber-sumber daya manusia tersebut.

SUMBER DAYA MANUSIA SEBAGAI MODAL POKOK PEMBANGUNAN
Modal pembangunan tidak dapat digantungkan hanya pada tersedianya atau kemungkinan tersedianya dana investasi, karena akan terlalu mahal, dan juga akan mengalami hambatan-hambatan apabila pada suatu waktu sumber investasi menjadi terbatas baik yang berasal dari pemerintah maupun masyarakat, dalam GBHN tahun 1988 dinyatakan” Jumlah penduduk yang sangat besar, apabila dapat dibina dan di kerahkan sebagai tenaga kerja yang efektif, akan merupakan modal pembangunan yang besar yang sangat menguntungkan bagi usaha-usaha pembnagunan di segala bidang”, pengaruh jumlah penduduk terhadap pertumbuhan ekonomi timbul, pada dasarnya dalam bentuk bahwa penduduk sebagai konsumen, dan penduduk sebagai sumber tenaga kerja. Sebagai konsekuensi pemikiran bahwa penduduk sebagai modal pembangunan, maka beberapa konsep mengenai tenaga kerja perlu ditinjau kembali. Diantaranya adalah konsep mengenai angkatan kerja, bekerja, menganggur dan lain-lain. Keseimbangan antara tenaga kerja di sektor produksi dengan sektor jasa sangat menentukan perkembangan ekonomi.
Penduduk dibedakan menjadi penduduk angkatan kerja dan penduduk bukan angkatan kerja,dengan konsep “Labour Force” yaitu Bekerja adalah melakukan kegiatan dengan maksud memperoleh atau membantu memperoleh penghasilan atau keuntungan selama paling sedikit satu jam dalam satu minggu yang lalu. Waktu bekerja tersebut harus berurutan dan tidak terputus.


PERENCANAAN PENGGUNAAN SUMBER-SUMBER DAYA MANUSIA
Dalam prakteknya perencanaan sumber daya manusia mencakup: penduduk yang aktif ekonomi dan penduduk yang tidak aktif secara ekonomi. Tugas dari perencanaan ini adalah menjamin kesempatan kerja penuh bagi angkatan kerja sesuai dengan kebutuhan perekonomian nasional. Dalam perencanaan penggunaan sumber daya manusia digunakanlah metode yaitu metode neraca, dalam neraca tenaga kerja seumber-sumber daya manusia dikaitkan dengan kebutuhan masyarakat terhadap tenaga kerja dengan memperhitungkan pembagian yang lebih rasional dan penggunaan yang efektif.
Permasalahan perencanaan sumber daya manusia di Negara berkembang ialah cepatnya laju perkembangan yang mengakibatkan besarnya pertambahan angkatan kerja, perkembangan penduduk dan angkatan kerja tersebut belum dapat diikuti oleh penciptaan kesempatan lapangan kerja yang sesuai dengan pertambahan angkatan kerja. Langkah-langkah yang diperlukan untuk tindak lanjut perencanaan tenaga kerja terutama:
- Perumusan hasil-hasil pembahasan/diskusi yang telah dilakukan melaui berbagai seminar maupun pertemuan lainnya serta perumusan makalah dari Biro Perencanaan Departemen-departemen.l
- Pemantapan data BPS
- Penggunaan data sektoral (departemen)
- Pemantapan Tim perencana tenaga kerja yang ada.

MANAJEMEN LEMBAGA PASAR KERJA
Harus diakui bahwa pasar kerja mempunyai peranan penting dalam pengembangan kebijaksanaan bidang ketenagakerjaan khususnya dan kebijaksanaan makro ekonomi umumnya. Hingga saat ini, pasar resmi Indonesia di kelola oleh dua institusi yakni Departemen Tenaga Kerja (pemerintah) dan Swasta. Kedua institusi pelaksana ini mempunyai latar belakang, dasar pemikiran dan metode pendekatan yang berbeda walaupun tujuannya sama.
Sebagian unsur penting dalam pengelolaan pasar kerja, mekanisme kerja pasar kerja perlu mendapat perhatian ekstra, kenyataan telah menunjukkan bahwa mekanisme yang tidak mengalir secara kontinyu dan bertimbal balik tak terputus(sibernetik) tidak akan memberi arti dari sub system dan sub-sistem termaksud. Di Indonesia pasar kerja yang dikelola oleh pemerintah khususnya belum mengarah kepada mekanisme yang sibernetik, artinya mekanisme pasar yang terjadi masih satu arah, olehnya itu pasar kerja harus di kelola secara komprehensif, permasalahan ini timbul karena dirasakan betapa data pasar kerja yang terhimpun melalui alatnya yaitu Informasi Pasar Kerja, belum dapat memberikan sumbangan besar bagi perencanaan ketenagakerjaan.

PENGIRIMAN TENAGA KERJA KE LUAR NEGERI
Pertumbuhan jumlah penduduk yang tinggi di Negara-negara yang sedang berkembang, terutama di Indonesia dan rendahnya pertumbuhan penduduk di Negara-negara industri maju menimbulkan suatu peluang yang besar bagi masing-masing pihak untuk saling memenuhi kebutuhannya. Di Negara-negara industri eropa, termasuk eropa timur dan Amerika serikat sangat kekurangan tenaga kerja, disebabkan oleh pertumbuhan penduduk yang sangat rendah dan struktur umur penduduk merupakan pyramid yang terbalik.
Oleh karena hal itu, Negara-negara tersebut dapat dijadikan pasar tenaga kerja yang sangat potensial bagi Negara-negara sedang berkembang, terutama Indonesia, namun permasalahannya bagaimana menyiapkan tenaga kerja Indonesia yang berketerampilan sesuai dengan persyaratan pasar di luar negeri tersebut. Sesuai dengan apa yang telah di tetapkan dalam GBHN, maka pengiriman tenaga kerja ke luar negeri mendapat perhatian utama dan menjadi salah satu program penting dalam ketenagakerjaan di Indonesia. Pengiriman tenaga kerja ke luar negeri guna memenuhi permintaan yang ada, sesuai lapangan usaha dan pekerjaan yang ada.
Salah satu motivasi tenaga kerja untuk bekerja ke luar negeri adalah upah yang relative lebih besar daripada yang dapat diterima di Indonesia. Dengan penghasilan yang cukup besar itu maka dimungkinkan adanya penempatan modal keluarga yang secara potensial dapat diarahkan untuk pembiayaan usaha-usaha mandiri selanjutnya.
Pengiriman tenaga kerja ke luar negeri dapat mempererat hubungan antar bangsa, saling mengenal kebudayaan masing-masing, mempererat kerjasama bidang ekonomi dalam pelaksanaan proyek tersebut, peningkatan alih teknologi dan ilmu pengetahuan bagi TKI. Dengan tenaga kerja Indonesia bekerja di luar negeri tingkat produktivitasnya yang rendah tadi dapat ditingkatkan sebagai hasil dari pengalamannya. Namun ada beberapa masalah yang dihadapi dalam pengitiman Tenaga Kerja ke Luar negeri antara lain: dalam negeri yaitu peningkatan mutu tenaga kerja yang dikirim, pembinaan perusahaan pengerahan tenaga kerja sedangkan masalah di luar negeri yaitu kurangnya informasi ketenagakerjaan terutama yang menyangkut prosedur dan mekanisme pengerahan, sehingga banyak perusahaan pengerahan langsung mengambil tindakan sendiri untuk mengejar keuntungan.

STRATEGI PEMBINAAN PELATIHAN
Perencanaan ketenagakerjaan yang terpadu dan menyeluruh harus ditingkatkan dalam penyusunan rencana ketenagakerjaan yang bersifat nasional, namun masih terdapat permasalahan penting antara lain: Tingkat pendidikan yang rendah, struktur pendidikan tidak sesuai dengan permintaan dalam bidang-bidang tertentu, partisipasi swasta dalam bidang latihan belum memadai, harapan untuk mandiri belum spenuhnya berkembang, biaya pendidikan dalam ABN masih rendah. Strategi pembinaan pelatihan diarahkan agar pelatihan kerja mampu berfungsi memenuhi tuntutan dunia kerja, perkembangan teknologi dan perkembangan pembangunan. Dalam strategi pembinaan pelatihan dikenal adanya trilogy latihan kerja sebagai berikut:
- Latihan kerja harus sesuai dengan kebutuhan pasar kerja dan kesempatan kerja
- Latihan kerja harus senantiasa mutakhir sesuai dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi
- Latihan kerja merupakan kegiatan yang bersifat terpadu dalam arti proses kaitan dengan pendidikan, latihan dan pengembangan satu dengan yang lain.
-
Didalam strategi pelatihan perlu diadakan pembaharuan-pembaharuan total pada beberapa kebijakan sebagai berikut:
- Mengizinkan Lembaga Pelatihan Swasta yang berperan bsisnis
- Mengadakan pelatihan bagi para sarjana untuk dapat mandiri.
- Mengadakan pengaturan khusus tentang Lathan Dasar yang diterapkan pada sekolah-sekolah Formal.
- Peraturan-peraturan baru di bidang Pelatihan kerja
- Mengadakan kampanye nasional tentang pelatihan kerja.

PROSPEK KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA
Kesejahteraan pekerja merupakan salah satu tujuan yang hendak dicapai dalam dunia usaha baik itu pengusaha, pekerja itu sendiri maupun instansi-instansi pemerintah yang dalam tugas pokoknya mengelola sumber-sumber daya manusia dan pihak-pihak lain dari kelembagaan swasta. Salah satu aspek dari pada kesejahteraan manusia ialah keselamatan dan kesehatan kerja terutama dalam era industrialisasi, tantangan dalam era industrialisasi akan semakin meningkat dengan dipergunakannya teknologi canggih dengan resiko tinggi. Tantangan tersebut harus dijawab dengan kesiapan tenaga kerja baik dari segi pendidikan dan keterampilan maupun alat-alat pelindung kerja.
Upaya-upaya yang telah dilakukan di Indonesia antara lain adalah di keluarkannya berbagai peraturan perundangan seperti ketentuan pokok tentang perlindungan tenaga kerja dalam UU no.14 tahun 1969, serta peraturan lainnya. Pemerintah membina perlindungan kerja yang mencakup Norma Keselamatan kerja, Norma kesehatan kerja dan higine perusahaan atau Hiperkes, Norma kerja dan pemberian ganti kerugian perawatan dan rehabilitasi dalam hal kecelakaan kerja.

PENYELESAIAN PERSELISIHAN PERBURUHAN
Sesuai dengan perkembangan pembangunan yang pesat, terutama di sektor ekonomi, terlebih-lebih dengan masuknya investasi modal asing yang berasal dari berbagai Negara maupun modal dalam negeri, serta masuknya teknologi modern dengan segala aspeknya telah mengakibatkan masalah baru di bidang ketenagakerjaan pada umumnya dan masalah perburuhan pada khususnya, olehnya itu perlu pemecahan bersama secara tuntas antar pemerintah, serikat tenaga kerja dan pengusaha.
Sebab-sebab terjadinya perselisihan perburuhan, dikarenakan adanya pelanggaran disiplin kerja dan salah pengertian di antara pekerja/buruh dengan pengusaha/majikan, diantaranya adalah:
- Tidak disiplin masuk kerja
- Tidak cakap atau tidak sanggup melaksanakan petunjuk-petunjuk atasan mengenai tugas yang diberikan.
- Menolak melakukan tugas yang dilimpahkan atau menolak melakukan perintah yang wajar sesuai dengan tata tertib dan peraturan perusahaan.
- Melakukan suatu tindakan yang tidak terpuji
- Tidak hormat, menghormati, bertindak kasar/congkak atau memperlihatkan sikap yang menjengkelkan dan menentang perintah atasan.
Untuk menghindari terjadinya perselisihan yang mengakibatkan putusnya hubungan kerja ini pengusaha/majikan dan serikat pekerja/buruh telah ditempuh jalan pendekatan ke masing-masing pihak secara kekeluargaan sehingga segala persoalan dapat diselesaikan dengan jalan musyawarah untuk mufakat.
Ada beberapa tata cara penyelesaian perselisihan perburuhan, dilihat dari caranya, penyelesaian perselisihan perburuhan ada 2 cara yaitu:
1. Penyelesaian perselisihan perburuhan secara Bipartite
Penyelesaian perselisihan perburuhan secara Bipartite adalah perselisihan yang penyelesaiannya diupayakan secara intern yakni antara pihak pekerja/buruh atau serikat pekerja/buruh dengan pengusaha. Dalam penyelesaian musyawarah untuk mencapai mufakat adalah yang diutamakan, dimana para fihak akan merundingkan sesuai dengan prosedur yang telah ditentukan dalam penyelesaian keluh kesah.
2. Penyelesaian perselisihan perburuhan secara Tripartite
Penyelesaian perselisihan perburuhan/industrial secara Tripartite yaitu bahwa perselisihan tersebut terjadi antara pekerja/buruh dengan pengusaha tidak dapat diselesaikan secara Bipartite, maka upaya selanjutnya diselesaikan melalui forum yang dihadiri oleh wakil pengusaha, wakil pekerja/buruh dan wakil pemerintah cq. Departemen Tenaga Kerja.







DAFTAR PUSTAKA


Basir Barthos, Drs.2004, “Manajemen Sumber Daya Manusia Suatu Pendekatan Makro. Jakarta, Bumi Aksara

Pengendalian yang Efektif

PENGENDALIAN YANG EFEKTIF
ARTI PENGENDALIAN
Dengan satu Defenisi, Pengendalian Manajemen adalah Proses untuk memastikan bahwa aktfitas sebenarnya sesuai dengan aktifitas yang direncanakan. Sebenarnya, pengendalian lebih mudah tersebar daripada perencanaan. Pengendalian membantu Manajer memonitor keefektifan aktifitas perencanaan, pengorganisasian dan kepemimpinan mereka. Bagian penting dari proses pengendalian adalah mengambil tindakan korektif seperti yang diperlukan.
Pengendalian Manajemen adalah usaha sistematis untuk menetapkan standar prestasi kerja dengan tujuan perencanaan, untuk mendesain system umpan balik informasi, untuk membandingkan prestasi yang sesungguhnya dengan standar yang telah ditetapkan terlebih dahulu, untuk menetapkan apakah ada deviasi untuk mengukur signifikansnya, serta mengambil tindakan yang diperlukan unutk memastikan bahwa semua sumber daya perusahaan digunakan dengan cara yang seefektif dan seefisien mungkin untuk mencapai tujuan perusahaan ( Robert J Mockler)
Defenisi Robert Mockler juga membagi pengendalian menjadi empat langkah yaitu:
1. Menetapkan Standar dan Metode Mengukur Prestasi Kerja
Sasaran dan tujuan yang ditetapkan ketika berlangsungnya proses perencanaan dinyatakan dalam istilah yang jelas dan dapat diukur termasuk batas waktunya
2. Pengukuran Prestasi Kerja
Proses yang berulang-ulang dan berlangsung secara terus-menerus, yang tergantung pada aktifitas yang diukur
3. Menetapkan apakah prestasi kerja sesuai dengan standar
Ini adalah proses atau langkah termudah dalam proses pengendalian. Jika prestasi sesuai standar, maka manajer menganggap bahwa segala sesuatu dalam kendali.
4. Mengambil tindakan korektif
Langkah ini penting jika prestasi lebih rendah dari standard analisis menunjukkan ada tindakan yang diperlukan


Langkah-langkah dasar dalam proses Pengendalian




PENGENDALIAN MENGAPA DIPERLUKAN?
Salah satu alasan pengendalian diperlukan adalah rencana yang paling baik sekalipun dapat menyimpang. Tetapi pengendalian juga membantu manajer memonitor perubahan lingkungan dan pengaruhnya pada kemajuan organisasi
Pengendalian sangat diperlukan agar:
- Dapat menciptakan mutu yang lebih baik ( Total quality management)
- Menghadapi Perubahan yang tidak dapat terhindarkan dari lingkungan organisasi yang manapun
- Menciptakan siklus yang lebih cepat
- Menambahkan nilai
- Untuk mempermudah delegasi dan kerja Tim
MENDESAIN SISTEM PENGENDALIAN
Manajer menghadapi sejumlah tantangan dalam mendesain system pengendalian yang menyediakan umpan baik akurat yang tepat waktu dan ekonomis yang dapat diterima oleh anggota organisasi. Kebanyakan tantangan ini dapat dilacak sampai pada keputusan mengenai apa yang perlu dikendalikan dan seberapa sering kemajuan perlu diukur. Mencoba unutk mengendalikan terlalu banyak elemen operasi terlalu ketat dapat mengganngu dan menurunkan moral karyawan, membuat manajer frustasi dan memborosakan waktu, energy dan uang berharga. Kebanyak masalah ini dapat dihindari dengan analisis yang menentukan:
1. Identifikasi bidang prestasi kerja kunci
Prestasi kerja kunci atau bidang hasil pokok adalah aspek-aspek unit atau organisasi yang harus berfungsi secara efektif agar unit organisasi secara keseluruhan dapat berhasil. Biasanya bidang –bidag tersebut mencakup aktifitas utama organisasi atau kelompok aktifitas berkaitan yang terjadi di seluruh organisai atau unit, yaitu bidang produksi, pemasaran, manajemen personalia, keuangan dan akunting

2. Identifikasi Titik-titik pengendalian strategik
Disamping bidang prestasi kerja kunci, penting pula menentukan titik-titik penting dalam system yaitu tempat pemantauan atau pengumpulan informasi akan dilakukan, jika sudah ditentukan maka jumlah informasi yang harus dikumpulkan dan dievaluasi dapat banyak dikurangi. Pertimbangan lainnya yang bermanfaat adalah mengenali letak tempat-tempat terjadinya perubahan dalam proses produksi, sebagai contoh, dalam sebuah system organisasi untuk memenuhi pesanan pelanggan, terjadi perubahan ketika pesanan pembelian menjadi faktur, ketia sediaan berubah menjadi barang yang akan dikirim atau ketika barang akan dikirim berubah menjadi bagian dari muatan sebuah truk.
PENGENDALIAN KEUANGAN
Pengendalian keuangan penting bagi manajer karena uang adalah salah satu input dan output yang menonjol dan mudah diukur bagi kebanyakan organisasi. Laporan keuangan,neraca, dan laporan lain-lain memberikan gambaran sesaat dari likuiditas sebuah organisasi.
Pengendalian Keuangan terbagi dari berbagai kegiatan yaitu:
1. Laporan keuangan
Digunakan untuk menelusuri nilai uang dari barang dan jasa yang masuk ke dalam dan ke luar organisasi,laporan ini sebagai sarana untuk memonitor
- Likuiditas:kemampan untuk mengubah aktiva untuk menjadi uang tunai agar dapat memenuhi kebutuhan serta kewajiab keuangan jangka pendek.
- Kondisi umum keuangan;keseimbangan jangka panjang antara utang dan kekayaan
- Profitabilitas: Kemampuan unutk mencetak laba secara tetap dan selama suatu kurun waktu yang panjang.
2. Neraca
Pesan yang disampaiakn oleh sebuah neraca adalah” Beginilah keadaan keuangan Organisasi saat ini”
3. Laporan Rugi Laba
Meringkas prestasi kerja keuangan perusahaan yang bersangkutan selama suatu interval waktu tertentu.laporan rugi laba mengatakan “Inilah jumlah uang yang diperoleh perusahaan dalam periode tertentu”bukan”inilah besarnya kekayaan perusahaan saat ini.
4. Arus Kas(laporan sumber dan penggunaan dana)
Laporan ini menunjukkan dari mana datangnya uang tunai atau dana selama tahun yang bersangkutan, dan untuk apa saja dana itu dipergunakan.

PENGENDALIAN ANGGARAN:
Anggaran adalah laporan kuantitatif normal mengenai sumber daya yang disisihkan untuk melaksanakan aktifias yang telah direncanakan selama jangka waktu tertentu:
Alasan mengenai mengapa anggaran dipakai secara luas yaitu
1. Anggaran dapat dinyatakan dalam bentuk uang, yang mudah digunakan sebagai sebutan untuk beraneka ragam aktifitas organisasi seperti menerima karyawan baru dan melatih mereka, pembelian peralatan, manufaktur periklanan dan penjualan.
2. Aspek keuangan dari anggaran berarti bahwa anggaran secara langsung dapat menyampaikan informasi mengenai sumber daya kunci organisasi,modal dan tujuan kunci organisasi yaitu laba
3. Anggaran menetapkan standar prestasi kerja yang jelas dan tidak meragukan untuk jangka waktu tertentu, biasanya satu tahun
SISTEM ANGGARAN UNTUK FUNGSI PENGENDALIAN
1. Pusat Penerimaan: Unit organisasi yang outputnya diukur dalam bentuk uang tetapi tidak dibandingkan secara langsung dengan biaya input. Contoh unit seperti itu adalah departemen penjualan, efektifitas pusat ini tidak dinilai berapa besar penghasilan dalam bentuk penjualan melebihi biaya pusat tersebut misalny aberupa gaji atau sewa, sebaliknya anggaran dalam bentuk kuota penjulan disiapkan untuk penerimaandan kemudian angka-angka tersebut dibandingkan dengan pesanan penjualan atau penjulan sebenarnya.
2. Pusat Pengeluaran: Input diukur oleh system pengendalian dalam bentuk uang, tetapi outputnya tidak. Alasannya adalah bagian ini tidak diharapkan untuk menghasilkan pendapatan misalnya pemeliharaan, administrasi, pelayanan dan bagian penelitian
3. Pusat Laba: Prestasi kerja diukur dengan angka selisih antara penghasilan dan pengeluaran. Ukuran ini digunakan untuk menentukan sejauh mana fungsi pusat ini berfungsi secara ekonomi dan seberapa baik prestasi kerja manajer yang bertanggung jawab pada bagian ini.
4. Pusat investasi: Sistem pengendalian sekali lagi akan mengukur nilai-nilai uang input dan output, tetapi juga menilai perbandingan output dengan asset yang dipergunakan untuk menghasilkan output tersebut.
Output Input output dikurangi input
Output di bandingkan
Dengan harga

PROSES PEMBUATAN ANGGARAN
Proses penganggaran biasanya dimulai ketika manajer menerima ramalan ekonomi serta tujuan penjualan dan laba untuk tahun mendatang dari manajemen puncak, bersama dengan jadwal kapan pengukuran harus diselesaikan.
1. Dari atas ke bawah:
Anggaran ditetapkan oleh Manajer puncak tanpa atau hanya sedikit berkonsultasi dengan manajer tingkat bawah.
2. Dari Bawah Keatas:
Anggaran dipersiapkan sekurang-kurangnya pada tahap awal oleh mereka yang harus menjalankannya, kemudian anggaran tersebut diserahkan untuk disetujui manajer tingkat lebih tinggi.
Penganggaran dari bawah keatas mempunyai beberapa manfaat bagi banyak organisasi. Yaitu supervisor dan kepala departemen tingkat bawah mempunyai pandangan yang lebih tajam mengenai kebutuhan mereka daripada manajer puncak, dan mereka dapat memberikan rincian pendukung yang lebih realistis unutk usulan mereka, mereka juga akan lebih teliti mengenai hal-hal yang vital atau kesalahan tersembunyi.
BEBERAPA MASALAH DALAM PENYUSUNAN ANGGARAN
- Khawatir: Manajer merasa khawatir tidak mendapat bagian yang adil, ketika sumber daya yang terbatas milik perusahaan dialokasikan.
- Ketegangan: Jika sesama manajer persaingannya meningkat
- Kecemasan: jika manajer mengetahui bahwa mereka akan dinilai berdasarkan kemampuan mereka untuk memenuhiatahu melebihi stndar yang dianggarkan
BERBAGAI MACAM ANGGARAN
Anggaran organisasi ini ada dua jenis yaitu Anggaran Operasi dananggaran keuangan: Anggaran operasi menunjukkan barang dan jasa yang diperkirakan akan dikonsumsi oleh organisasi selama periode anggaran, biasanya anggaran operasi mencantumkan jumlah fisik maupun angka biaya, Anggaran Keuangan menyatakan secara rinci uang yang akan dikeluarkan oleh organisai selama periode yang sama dan darimana uang asal uang tersebut.
1. Anggaran Operasional
Tipe anggaran operasional yang paling umum adalah anggaran pengeluaran,penerimaan dan laba:
- Anggaran Pengeluaran : ada dua jenis anggaran pengeluaran yaitu pertama Anggaran biaya rekayasa yang digunakan dalam pabrik tetapi dapat digunakan oleh unit organisasi manapun yang outputnya dapat dikukur secara akurat, anggaran ini menguraikan biaya bahan dan biaya tenaga kerja yang tecakup dalam setiap barang produksi. Kedua Anggaran tanpa syarat, biasa digunakan untuk pusat-pusat pengeluaran administrasi, hukum, akuntansi, penelitian yang outputnya tidak dapat diukur secara tepat
- Anggaran Penerimaan: untuk mengukur efektivitas pemasaran dan penjualan, anggaran ini terdiri dari jumlah penjualan yang diharapkan dikalikan dengan harga jual per unit yang diharapkan dari setiap produk.
- Anggaran Laba: Menggabungkan anggaran biaya dan penghasilan dalam suatu laporan


2. Anggaran Variabel
Jadwal biaya yang menunjukkan bagaimana seharusnya perubahan tiap-tiap biaya kalau tingkat aktifitas atau tingkat output berubah.
Yang Perlu diperhatikan dalammenyusun anggaran variable yaitu
a. Biaya Tetap: Biaya gaji, premi, sewa dan lain lain yang perubahannya tidak secara signifikan
b. Biaya variable; pengeluaran yang berubah secara langsung tergantung dari jumlah pekerjaan yang dilaksanakan
c. Biaya Semivariabel: biaya yang berubah-ubah mengikuti volume pekerjaan yang dilaksanakan, tetapi tidak berbanding langsung
3. Anggaran Tetap
Menyatakan Berapa seharusnya masing-masing biaya pada satu volume tertentu.
MENGAUDIT
Membandingkan prestasi kerja sebenarnya dengan anggaran. Dengan tujuan untuk mendeteksi kecurangan dan mendorong tindakan jujur dan akurasi
DUA TIPE KEGIATAN MENGAUDIT
1. Mengaudit External:
Proses verifikasi yang menyangkut penilaian yang bebas(independen) atas berbagai perkiraan (accounts) dan laporan kegiatan organsasi,yang dilakukan oleh personil akuntansi dari luar atau oleh akuntan yang dicarter

2. Mengaudit internal:
Atau audit opersaional yang dilaksanakan oleh anggota organisasi itu sendiri, agar dapat memberikan jaminan yang pantas bahwa harta organisasi dengan benar dijaga keamannya dan bahwa catatan-catatan keuangan, penataannya dapat diandalkan dan dilakukan dengan cukup akurat untuk menyusun laporan keuangan.



KESIMPULAN:
- Pengendalian Efektif adalan pengendalian yang dilakukan oleh manajer untuk memastikan bahwa aktifitas yang sebenarnya sesuai dengan rencana, dengan tujuan agar manajer dapat mengevaluasi efektifitas kegiatan perencanaan, pengorganisasian dan memimpin.
- Pengendalian yang penting bagi manajer adalah Pengendalian keuangan, karena uang adalah suatu input dan output yang menonjol dan mudah diukur,

Manajemen Pelayanan Publik

RESUME
Kuliah Umum : Manajemen Pelayanan Publik
Oleh : DR. Asmawi Rewansyah MSc.

Manajemen Pelayanan Publik yang tidak lepas dari Kebijakan Pelayanan Publik, dimana, kebijakan ini hadir disebabkan adanya konflik kepentingan antara Politikus dan Administrasi agar konflik ini dapat diakhiri dengan cara membuat dan menetapkan Undang-undang Pelayanan Publik Nomor 25 tahun 2009.
Sebelumnya kita mengenal dulu tentang administrasi sebagai pendahuluan yang terbagi menjadi 6 bagian yaitu:
Administrasi :
- Clerical Work (Tata Usaha) yaitu administrasi dalam arti sempit
- Ilmu Politik atau dengan kata lain Administrasi Negara
- Bestuureen(Kepemerintahan) atau dengan kata lain Government
- Administrasi Publik ( Publik Policy Making)
- Management atau dengan kata lain Azas-azas atau fungsi
- Kepelayanan atau Service
Dalam mata kuliah ini kita akan membahas tentang pelayanan. Beberapa pengertian pelayanan ialah cara melayani, membantu menyiapkan, mengurus dan menyelesaikan keperluan/kebutuhan seseorang atau sekelompok orang. Menurut UU No.25/2009 psl 1 ayat (1) bahwa Pelayanan publik adalah kegiatan atau rangkaian kegiatan dalam rangka pemenuhan kebutuhan pelayanan sesuai dengan perundang-undangan bagi setiap warga Negara dan penduduk atas barang, jasa dan atau pelayanan administratife yang disediakan oleh penyelenggara pelayanan publik. Menurut Ndraha (2003:46) yang membagi 2 pengertian atas layanan yaitu pertama Layanan Civil adalah hak kebutuhan dasar dan tuntutan setiap orang lepas dari suatu kewajiban, misalnya akte kelahiran, KTP, Passpor, ijin-ijin, surat kementerian dll. Layanan civil tidak diperjualbelikan, penyediaannya dimonopoli dan merupakan kewajiban pemerintah; kedua yaitu layanan publik adalah kebutuhan dasar dan tuntutan setiap orang dengan dibebani suatu kewajiban (membayar) harga tertentu untuk mendapatkannya. Seperti layanan air bersih, listrik, layanan pendidikan, kesehatan dll.
Alur pikir dari pelayanan publik ialah dimana inputnya adalah sumber daya aparatur, dimana sangat berkaitan pula dengan MAN, MONEY, MATERIAL, METHOD, TIME DAN INFORMASI. Prosesnya terjadi proses transformasi pada unsur SDM dan Unsur Sistem manajemen (tata kelola) yang menghasilkan output pelayanan Prima (cepat, tepat, responsive dan terjangkau) dan outcomenya peningkatan kesejahteraan rakyat (mandiri, maju dan sejahtera)
Dalam pelayanan publik disinggung pula tentang apa peran strategis aparatur/birokrasi pemerintah, sebagai input dari alur pikir pelayanan publik, adapun peran strategis pemerintah yaitu
- Peran/fungsi pengaturan atau regulasi yaitu perumus kebijakan agar terwujud keamanan, ketertiban, keteraturan, kedamaian dan keadilan dalam masyarakat.
- Peran/fungsi pelayanan yaitu penyedia atau produsen dan penyalur barang danjasa layanan pemerintah kepada warga masyarakat.
- Peran/fungsi pemberdayaan yaitu pemberdaya warga masyarakat yang kurang mampu secara ekonomi melalui pembangunan diberbagai bidang/struktur.
- Peran/fungsi pengayoman dan perlindungan warga masyarakat dari berbagai gangguan
- Peran/fungsi pengelolaan aset/kekayaan Negara.
Pelayanan publik juga dikategorisasikan menjadi beberapa kategori, sebagi contoh:
a. Menurut Penyedia jasa/service
- Government To Government (BKD ke BKN, LAN ke Badan Diklat dll)
- Government To Corporate and people (DInas/instansi ke Warga Masyarakat)
- Corporate To People ( PLN/PDM pada Pelanggan)
- People To People ( dokter pada pasien dan warga masyarakat)
b. Menurut Instansi Penyelenggara Pelayanan
- Tak Langsung ( Instansi Pembina/atasan/tingkat pusat), dengan produk berupa peraturan, JUKLAK, JUKNIS, bimbingan dan Sosialisasi.
- Langsung (Instansi Pelaksana/bawahan/UPT) dengan produk berupa Barang Jasa Pelayanan dan Infromasi berharga
c. Menurut Sifat layanannya
- Layanan Civil yaitu pelayanan yang menunjukkan kehidupan sehari-hari di luar militer dan ibadah serta dibiayai dari Pajak/APBN.
- Layanan Publik Yaitu Pelayanan yang berupa kewajiban pemerintah, tidak dimonopoli dan dapat diprivatisasi, penerima pelayanan berkewajiban membayar barang/jasa pelayanan.

Islam Merupakan agama Nabi dan Rasul

Islam adalah merupakan Agama Para Nabi dan Rasul Yakni:
1. Islam adalah merupakan Agama Nabi Ibrahim, Ismail, Ishaq, Ya’qub dan sebagainya, sebagai mana tercantum dalam Alquran :
a. Surah Al Hajj 22 ayat 78
78. dan berjihadlah kamu pada jalan Allah dengan Jihad yang sebenar-benarnya. Dia telah memilih kamu dan Dia sekali-kali tidak menjadikan untuk kamu dalam agama suatu kesempitan. (Ikutilah) agama orang tuamu Ibrahim. Dia (Allah) telah menamai kamu sekalian orang-orang Muslim dari dahulu[993], dan (begitu pula) dalam (Al Quran) ini, supaya Rasul itu menjadi saksi atas dirimu dan supaya kamu semua menjadi saksi atas segenap manusia, Maka dirikanlah sembahyang, tunaikanlah zakat dan berpeganglah kamu pada tali Allah. Dia adalah Pelindungmu, Maka Dialah Sebaik-baik pelindung dan sebaik- baik penolong.
[993] Maksudnya: dalam Kitab-Kitab yang telah diturunkan kepada nabi-nabi sebelum Nabi Muhammad s.a.w.

b. Surah An- Nisa 4 ayat 163
163. Sesungguhnya Kami telah memberikan wahyu kepadamu sebagaimana Kami telah memberikan wahyu kepada Nuh dan nabi-nabi yang kemudiannya, dan Kami telah memberikan wahyu (pula) kepada Ibrahim, Isma'il, Ishak, Ya'qub dan anak cucunya, Isa, Ayyub, Yunus, Harun dan Sulaiman. dan Kami berikan Zabur kepada Daud.
2. Islam adalah merupakan Agama Nabi Yusuf,sebagai mana tercantum dalam Alquran :
Surah Yusuf 12 ayat 101
101. Ya Tuhanku, Sesungguhnya Engkau telah menganugerahkan kepadaku sebahagian kerajaan dan telah mengajarkan kepadaku sebahagian ta'bir mimpi. (ya Tuhan) Pencipta langit dan bumi. Engkaulah pelindungku di dunia dan di akhirat, wafatkanlah aku dalam Keadaan Islam dan gabungkanlah aku dengan orang-orang yang saleh.

3. Islam adalah merupakan Agama Nabi Sulaiman sebagai mana tercantum dalam Alquran :
Surah An-Naml 27 ayat 29-31
29. berkata ia (Balqis): "Hai pembesar-pembesar, Sesungguhnya telah dijatuhkan kepadaku sebuah surat yang mulia.
30. Sesungguhnya surat itu, dari SuIaiman dan Sesungguhnya (isi)nya: "Dengan menyebut nama Allah yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang.
31. bahwa janganlah kamu sekalian Berlaku sombong terhadapku dan datanglah kepadaku sebagai orang-orang yang berserah diri".

4. Islam adalah merupakan Agama Nabi Musa,sebagai mana tercantum dalam Alquran :
Surah Asy-Syura 42 ayat 13
13. Dia telah mensyari'atkan bagi kamu tentang agama apa yang telah diwasiatkan-Nya kepada Nuh dan apa yang telah Kami wahyukan kepadamu dan apa yang telah Kami wasiatkan kepada Ibrahim, Musa dan Isa Yaitu: Tegakkanlah agama[1340] dan janganlah kamu berpecah belah tentangnya. Amat berat bagi orang-orang musyrik agama yang kamu seru mereka kepadanya. Allah menarik kepada agama itu orang yang dikehendaki-Nya dan memberi petunjuk kepada (agama)-Nya orang yang kembali (kepada-Nya).

[1340] Yang dimaksud: agama di sini ialah meng-Esakan Allah s.w.t., beriman kepada-Nya, kitab-kitab-Nya, rasul-rasul-Nya dan hari akhirat serta mentaati segala perintah dan larangan-Nya.
5. Islam adalah merupakan Agama Nabi Isa,sebagai mana tercantum dalam Alquran :
Surah Al-Imran 3 ayat 52
52. Maka tatkala Isa mengetahui keingkaran mereka (Bani lsrail) berkatalah dia: "Siapakah yang akan menjadi penolong-penolongku untuk (menegakkan agama) Allah?" Para hawariyyin (sahabat-sahabat setia) menjawab: "Kamilah penolong-penolong (agama) Allah, Kami beriman kepada Allah; dan saksikanlah bahwa Sesungguhnya Kami adalah orang-orang yang berserah diri.
- Al-quran menjamin adanya pertalian erat antara wahyu yang ada didalamnya dengan wahyu-wahyu sebelumnya, sebagaimana tercantum dalam alquran:
a. Ar-Ra’du 13 ayat 12
12. Dia-lah Tuhan yang memperlihatkan kilat kepadamu untuk menimbulkan ketakutan dan harapan, dan Dia Mengadakan awan mendung.

Yunus 10 ayat 70-75
70. (bagi mereka) kesenangan (sementara) di dunia, kemudian kepada Kami-lah mereka kembali, kemudian Kami rasakan kepada mereka siksa yang berat, disebabkan kekafiran mereka.
71. dan bacakanIah kepada mereka berita penting tentang Nuh di waktu Dia berkata kepada kaumnya: "Hai kaumku, jika terasa berat bagimu tinggal (bersamaku) dan peringatanku (kepadamu) dengan ayat-ayat Allah, Maka kepada Allah-lah aku bertawakal, karena itu bulatkanlah keputusanmu dan (kumpulkanlah) sekutu-sekutumu (untuk membinasakanku). kemudian janganlah keputusanmu itu dirahasiakan, lalu lakukanlah terhadap diriku, dan janganlah kamu memberi tangguh kepadaku.
72. jika kamu berpaling (dari peringatanku), aku tidak meminta upah sedikitpun dari padamu. Upahku tidak lain hanyalah dari Allah belaka, dan aku disuruh supaya aku Termasuk golongan orang-orang yang berserah diri (kepada-Nya)".
73. lalu mereka mendustakan Nuh, Maka Kami selamatkan Dia dan orang-orang yang bersamanya di dalam bahtera, dan Kami jadikan mereka itu pemegang kekuasaan dan Kami tenggelamkan orang-orang yang mendustakan ayat-ayat kami. Maka perhatikanlah bagaimana kesesudahan orang-orang yang diberi peringatan itu.
74. kemudian sesudah Nuh, Kami utus beberapa Rasul kepada kaum mereka (masing-masing), Maka Rasul-rasul itu datang kepada mereka dengan membawa keterangan-keterangan yang nyata, tetapi mereka tidak hendak beriman karena mereka dahulu telah (biasa) mendustakannya[700]. Demikianlah Kami mengunci mati hati orang-orang yang melampaui batas.
75. kemudian sesudah Rasul-rasul itu, Kami utus Musa dan Harun kepada Fir'aun dan pemuka-pemuka kaumnya, dengan (membawa) tanda-tanda (mukjizat-mukjizat) Kami, Maka mereka menyombongkan diri dan mereka adalah orang-orang yang berdosa.
[700] Maksudnya: mereka sebelum diutus Rasul biasa mendustakan yang hak.

6. Islam adalah merupakan Agama akhir zaman dan bersifat universal sebagai mana tercantum dalam Alquran :
a. Al Maidah 5 ayat 3
3. diharamkan bagimu (memakan) bangkai, darah[394], daging babi, (daging hewan) yang disembelih atas nama selain Allah, yang tercekik, yang terpukul, yang jatuh, yang ditanduk, dan diterkam binatang buas, kecuali yang sempat kamu menyembelihnya[395], dan (diharamkan bagimu) yang disembelih untuk berhala. dan (diharamkan juga) mengundi nasib dengan anak panah[396], (mengundi nasib dengan anak panah itu) adalah kefasikan. pada hari ini[397] orang-orang kafir telah putus asa untuk (mengalahkan) agamamu, sebab itu janganlah kamu takut kepada mereka dan takutlah kepada-Ku. pada hari ini telah Kusempurnakan untuk kamu agamamu, dan telah Ku-cukupkan kepadamu nikmat-Ku, dan telah Ku-ridhai Islam itu Jadi agama bagimu. Maka barang siapa terpaksa[398] karena kelaparan tanpa sengaja berbuat dosa, Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.

[394] Ialah: darah yang keluar dari tubuh, sebagaimana tersebut dalam surat Al An-aam ayat 145.
[395] Maksudnya Ialah: binatang yang tercekik, yang dipukul, yang jatuh, yang ditanduk dan yang diterkam binatang buas adalah halal kalau sempat disembelih sebelum mati.
[396] Al Azlaam artinya: anak panah yang belum pakai bulu. orang Arab Jahiliyah menggunakan anak panah yang belum pakai bulu untuk menentukan Apakah mereka akan melakukan suatu perbuatan atau tidak. Caranya Ialah: mereka ambil tiga buah anak panah yang belum pakai bulu. setelah ditulis masing-masing Yaitu dengan: lakukanlah, jangan lakukan, sedang yang ketiga tidak ditulis apa-apa, diletakkan dalam sebuah tempat dan disimpan dalam Ka'bah. bila mereka hendak melakukan sesuatu Maka mereka meminta supaya juru kunci ka'bah mengambil sebuah anak panah itu. Terserahlah nanti Apakah mereka akan melakukan atau tidak melakukan sesuatu, sesuai dengan tulisan anak panah yang diambil itu. kalau yang terambil anak panah yang tidak ada tulisannya, Maka undian diulang sekali lagi.
[397] Yang dimaksud dengan hari Ialah: masa, Yaitu: masa haji wada', haji terakhir yang dilakukan oleh Nabi Muhammad s.a.w.
[398] Maksudnya: dibolehkan memakan makanan yang diharamkan oleh ayat ini jika terpaksa.

7. Islam adalah merupakan Agama Alam semesta,sebagai mana tercantum dalam Alquran :
Al Imran 3 ayat 83
83. Maka Apakah mereka mencari agama yang lain dari agama Allah, Padahal kepada-Nya-lah menyerahkan diri segala apa yang di langit dan di bumi, baik dengan suka maupun terpaksa dan hanya kepada Allahlah mereka dikembalikan.

8. Islam adalah merupakan Agama Fitrah,sebagai mana tercantum dalam Alquran :
a. Ar-Rum 30 ayat 30
30. Maka hadapkanlah wajahmu dengan Lurus kepada agama Allah; (tetaplah atas) fitrah Allah yang telah menciptakan manusia menurut fitrah itu. tidak ada peubahan pada fitrah Allah. (Itulah) agama yang lurus; tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui[1168],
[1168] Fitrah Allah: Maksudnya ciptaan Allah. manusia diciptakan Allah mempunyai naluri beragama Yaitu agama tauhid. kalau ada manusia tidak beragama tauhid, Maka hal itu tidaklah wajar. mereka tidak beragama tauhid itu hanyalah lantara pengaruh lingkungan.

b. Al A’raf 7 ayat 172
172. dan (ingatlah), ketika Tuhanmu mengeluarkan keturunan anak-anak Adam dari sulbi mereka dan Allah mengambil kesaksian terhadap jiwa mereka (seraya berfirman): "Bukankah aku ini Tuhanmu?" mereka menjawab: "Betul (Engkau Tuban kami), Kami menjadi saksi". (kami lakukan yang demikian itu) agar di hari kiamat kamu tidak mengatakan: "Sesungguhnya Kami (Bani Adam) adalah orang-orang yang lengah terhadap ini (keesaan Tuhan)",

9. Islam adalah merupakan Agama hanief (up right) yakni agama yang penganutnya harus tinggi budi pekertinya, lurus hatinya dan saleh hidupnya,sebagai mana tercantum dalam Alquran :
a. An- Nisa 4 ayat 125
125. dan siapakah yang lebih baik agamanya dari pada orang yang ikhlas menyerahkan dirinya kepada Allah, sedang diapun mengerjakan kebaikan, dan ia mengikuti agama Ibrahim yang lurus? dan Allah mengambil Ibrahim menjadi kesayanganNya.


b. An-Nahl 16 ayat 120-123
120. Sesungguhnya Ibrahim adalah seorang imam yang dapat dijadikan teladan lagi patuh kepada Allah dan hanif[843]. dan sekali-kali bukanlah Dia Termasuk orang-orang yang mempersekutukan (Tuhan),
121. (lagi) yang mensyukuri nikmat-nikmat Allah. Allah telah memilihnya dan menunjukinya kepada jalan yang lurus.
122. dan Kami berikan kepadanya kebaikan di dunia. dan Sesungguhnya Dia di akhirat benar-benar Termasuk orang-orang yang saleh.
123. kemudian Kami wahyukan kepadamu (Muhammad): "Ikutilah agama Ibrahim seorang yang hanif" dan bukanlah Dia Termasuk orang-orang yang mempersekutukan tuhan.
[843] Hanif Maksudnya: seorang yang selalu berpegang kepada kebenaran dan tak pernah meninggalkannya.

10. Islam adalah merupakan Agama Pemurni,sebagai mana tercantum dalam Alquran :
a. Al Bayyinah 98 ayat 4
4. dan tidaklah berpecah belah orang-orang yang didatangkan Al kitab (kepada mereka) melainkan sesudah datang kepada mereka bukti yang nyata.

b. Az-Zumar 39 ayat 2-3
2. sesunguhnya Kami menurunkan kepadamu kitab (Al Quran) dengan (membawa) kebenaran. Maka sembahlah Allah dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya.
3. Ingatlah, hanya kepunyaan Allah-lah agama yang bersih (dari syirik). dan orang-orang yang mengambil pelindung selain Allah (berkata): "Kami tidak menyembah mereka melainkan supaya mereka mendekatkan Kami kepada Allah dengan sedekat- dekatnya". Sesungguhnya Allah akan memutuskan di antara mereka tentang apa yang mereka berselisih padanya. Sesungguhnya Allah tidak menunjuki orang-orang yang pendusta dan sangat ingkar.

11. Islam adalah merupakan Agama Allah,sebagai mana tercantum dalam Alquran :
Al Imran 3 ayat 19 dan ayat 85
19. Sesungguhnya agama (yang diridhai) disisi Allah hanyalah Islam. tiada berselisih orang-orang yang telah diberi Al Kitab[189] kecuali sesudah datang pengetahuan kepada mereka, karena kedengkian (yang ada) di antara mereka. Barangsiapa yang kafir terhadap ayat-ayat Allah Maka Sesungguhnya Allah sangat cepat hisab-Nya.

[189] Maksudnya ialah Kitab-Kitab yang diturunkan sebelum Al Quran.

85. Barangsiapa mencari agama selain agama Islam, Maka sekali-kali tidaklah akan diterima (agama itu)daripadanya, dan Dia di akhirat Termasuk orang-orang yang rugi.

Senin, 21 Desember 2009

ETNOGRAFI II

5. BAHASA
Deskripsi dari bahasa suku bangsa dalam karangan etnogra¬fi tentu tak perlu sama dalamnya seperti suatu deskripsi khusus yang dilakukan oleh seorang ahli bahasa tentang bahasa yang bersangkutan. Deskripsi mendalam oleh seorang ahli bahasa khusus mengenai susunan sistem fonetik, fonologi, sintaks dan semantik sesuatu bahasa akan menghasilkan suatu buku khusus, yaitu suatu buku tata bahasa tentang bahasa yang bersangkut¬an, sedangkan deskripsi mendalam mengenai kosakata suatu bahasa akan menghasilkan suatu daftar leksikografi, atau voca¬bulary, atau lebih mendalam lagi suatu kamus kecil ataupun besar.
Tentu bukan maksudnya seorang ahli antropologi akan terhambat dalam pekerjaan penulisan etnografinya, karna me¬nulis sebuah buku tata bahasa dan kamus dari bahasa suku bangsa yang bersangkutan terlebih dahulu, hal itu sebaiknya diserahkan kepada seorang ahli bahasa saja. Namur pengarang etnografi tadi harus berusaha mengumpulkan data tentang ciri¬-ciri menonjol dari bahasa suku bangsa itu, luas batas penye¬barannya, variasi geografi, dan variasi .menurut lapisan sosial¬nya.
Menentukan luas batas, penyebaran suatu bahasa memang tidak mudah, dan hal ini disebabkan karena di daerah perbatasan antara daerah tempat tinggal dua suku bangsa hubungan antara individu warga masing-masing suku bangsa tadi seringkali sangat intensif sehingga ada proses saling pengaruh-mempengaruhi antara unsur-unsur bahasa dari kedua belch pihak. Perhatikan Baja betapa sukarnya untuk menentukan daerah batas antara bahasa Jawa dan Sunda. Bahasa di daerah perbatasan menjadi bahasa campuran, dan suatu terkecualian terhadap situasi semacam itu hanya ada kalau batas daerah antara tempat tinggal dua suku bangsa itu terpisah oleh laut, gunung yang tinggi, sungai yang lebar, atau batas-batas alam lain yang menghambat kontak antara manusia yang intensif
Kecuali itu bahasa dari suatu suku bangsa, terutama suatu suku bangsa yang besar, yang terdiri dari berjuta-juta penduduk, selalu menunjukan suatu variasi yang ditentukan oleh perbedaan daerah secara geografi maupun oleh lapisan serta lingkungan sosial dalam masyarakat suku bangsa tadi. Dalam bahasa Jawa misalnya jelas ada perbedaan antara bahasa Jawa yang diucapkan oleh orang Jawa di Purwokerto, di daerah Tegal,di daerah Surakarta, atau di Surabaya. Perbedaan-perbedaan bahasa khusus seperti itu oleh para ahli bahasa disebut perbedaan logat atau dialek (dialect). Perbedaan bahasa Jawa yang ditentukan oleh lapisan-lapisan sosial dalam masyarakat Jawa juga menyolok sekali. Bahasa Jawa yang dipakai oleh orang di desa atau yang dipakai dalam lapisan pegawai (priyayi), atau di dalam istana (kraton), para kepala swapradja di Jawa Tengah, jelas berbeda. Perbedaan bahasa menurut lapisan sosial dalam masyarakat yang bersangkutan disebut tingkat sosial bahasa, atau social levels of speech. Walaupun tidak seekstrem seperti dalam bahasa Jawa, tetapi dalam banyak bahasa di dunia perbedaan bahasa menurut tingkat sosial itu sering ada.

6. SISTEM TEKNOLOGI
Dalam buku-buku etnografi yang ditulis oleh para ahli an¬tropologi dari zaman akhir abad ke-19 atau permulaan abad ke¬20, kita dapat melihat adanya suatu perhatian besar terhadap sistem teknologi dan sistem peralatan dari suku bangsa yang menjadi pokok deskripsi.Waktu itu metode untuk menganalisa dan mendeskripsi suatu kebudayaan yang hidup sampai pada azas-azas pranata serta adat-istiadatnya belum begitu maju, maka meneliti kebudayaan suatu suku bangsa, para ahli antropologi terutama mencatat unsur-unsurnya yang paling menonjol tampak lahir saja, yaitu kebudayaan fisik. Dengan demikian buku-buku etnografi kuno itu mempunyai beberapa bab khusus mengenai bentuk serta cara membuat pakaian, bentuk rumah, bentuk serta pemakaian senjata bentuk serta berbagai cara membuat dan mempergu¬nakan alat transpor dan sebagainya.
Teknologi tradisional mengenai paling sedikit delapan macam sistem peralatan dan unsur kebudayaan pisik yang dipakai oleh manusia yang hidup dalam masyarakat kecil yang berpin¬dah-pindah atau masyarakat pedesaan yang hidup dari perta¬nian, yaitu :
1) alat-alat produktif,
2) senjata,
3) wadah,
4) alat-alat menyalakan api,
5) makanan, minuman, bahan pembangkit gairah, dan jamu-jamuan,
6) pakaian dan perhiasan,-
7) tempat berlindung dan perumahan,
8) alat-alat transpor.
Dalam deskripsi etnografi cukup apabila seorang ahli antro¬pologi membatasi dirinya kepada kedelapan unsur kebudayaan pisik itu saja. Kalau kita perhatikan definisi J.J. Honigmann, The World of Man (1959 : him. 290) bahwa teknologi itu menge¬nali segala tindakan baku dengan apa manusia meru¬bah alam, termasuk badannya sendiri atau badan orang lain. maka teknologi mengenai cara manusia membuat, memakai, dan memelihara seluruh peralatannya, bahkan mengenai cara manusia bertindak dalam keseluruhan hidupnya. mengenai teknologi tradisional pada hanya de¬lapan unsur kebudayaan fisik tersebut di atas, kita harus ingat bahwa teknologi muncul dalam cara-cara manusia melaksanakan mata pencaharian hidupnya dalam cara-cara ia mengorganisasi masyarakat, dalam cara-cara ia mengekspresikan rasa keindahan dalam memproduksi hasil-hasil keseniannya.

KERANGKA TEKNOLOGI

Alat-Alat Produktif Dengan alat-alat produktif di sini dimaksud alat-alat untuk melaksanakan suatu pekerjaan mulai dari alat sederhana seperti batu tumbuk untuk menumbuk terigu, sampai yang agak kompleks seperti alat untuk mene¬nun kain. Kalau alat-alat semacam itu dikelaskan menurut macam bahan-bahan mentahnya, maka ada alat-alat batu, tu¬lang, kayu, bambu; dan logam. Selanjutnya dapat diperhatikan teknik pembuatan alat-alat itu menurut bahan mentahnya tadi. Teknik tradisional pembuatan alat batu telah banyak di-uraikan oleh para ahli prehistori, seperti misalnya oleh K.T. Oakley dalam bukunya Man the Toolmaker (1950). la menga¬takan bahwa pembuatan alat-alat batu dapat dikerjakan menurut empat teknik, yaitu : teknik pemukulan (percussion-flah¬ing), teknik penekanan (pressure flaking) teknik pemecahan (chipping), dan teknik penggilingan (grinding).
Senjata. Serupa dengan alat-alat produktif, senjata juga dapat dikelaskan : pertama menurut bahan mentahnya, kemu¬dian menurut teknik pembuatannya. Akhirnya aneka warna macam senjata tradisional yang mungkin ada dalam kebudayaan manusia dapat pula dikelaskan menurut fungsi dan lapangan pe¬makaiannya. Menurut fungsinya, ada senjata potong, senjata tu¬suk, senjata lempar, dan senjata penolak; sedangkan menurut lapangan pemakaiannya ada senjata untuk berburu serta me¬nangkap ikan, dan senjata untuk berkelahi dan berperang.
Wadah. Wadah, atau alat dan tempat untuk menimbun, memuat, dan menyimpan barang, dalam bahasa Inggris disebut container. Berbagai macam wadah juga dapat diklaskan menu-rut bahan mentahnya, yaitu kayu, bambu, kulit kayo, tempu¬rung, serat-seratan, atau tanah liat. Pembuatan wadah dari serat-seratan seperti berbagai jenis keranjang, telah menarik perhatian banyak pengarang etnografi, terutama karena' banyak suku bangsa di berbagai tempat di du¬nia pernah mengembangkan berbagai cara menganyam keran¬jang yang kompleks dan' indah: Seorang sarjana antropologi Amerika, A. Mason, pernah menulis sebuah buku tentang ber-bagai teknik menganyam .yang dikenal oleh suku-suku bangsa Indian di Amerika Utara, berjudul Aboriginal American Bas¬ketry (1904)
Makanan. Makanan dapat juga kita anggap sebagai barang Yang dalam ilmu antropologi dapat dibicarakan dalam rangka pokok mengenai teknologi dan kebudayaan fisik. Makanan dapat dipandang dari sudut bahan mentahnya, yaitu sayur-ma¬yur dan daun-daunan, buah-buahan, akar-akaran, biji-bijian, daging, susu, dan hasil susu (dairy products), ikan dan sebagai¬nya.
Pakaian. Pakaian dalam arti seluas-luasnya juga merupakan suatu benda kebudayaan yang sangat penting untuk hampir se¬mua suku bangsa di dunia. Dipandang dari sudut bahan mentah¬nya pakaian dapat diklaskan ke dalam : pakaian dari bahan te¬nun, pakaian dari kulit pohon, dan pakaian dari kulit binatang, dan lain-lain.
Ditinjau dari sudut fungsi dan pemakaiannya, pakaian itu dapat dibagi-bagi juga ke dalam paling sedikit empat golongan, yaitu :(i) pakaian semata-mata sebagai alat untuk menahan pengaruh dari sekitaran alam, (ii) pakaian sebagai lambang ke¬unggulan dan gengsi, (iii) pakaian sebagai lambang yang diang¬gap suci, dan (iv) pakaian sebagai perhiasan badan. Dalam suatu kebudayaan, pakaian atau unsur-unsur pakaian biasanya me¬ngandung suatu kombinasi dari dua fungsi tersebut di atas atau lebih.
Tempat Berlindung dan Perumahan. Aneka warna macam dan bentuk berlindung, tenda-tenda dan rumah-rumah dari beribu-ribu suku bangsa di" seluruh muka bumi dapat pula di¬golongkan menurut bahan mentahnya. Dengan demikian tempat berlindung, atau rumah, yang dibuat dari serat, jerami, kayu, dan bambu, didapati di semua benua di dunia rumah terbuat dari kulit pohon ada pada berbagai suku bangsa Indian di Amerika Utara; rumah dari tanah liat ada pada berbagai suku bangsa di dunia yang hidup di daerah-daerah yang kering se¬kali; tenda yang terbuat dari kulit binatang ada pada berbagai suku bangsa yang hidup dari peternakan atau berburu di daerah padang-padang rumput di Asia Barat daya, Asia Tengah, di Amerika Utara, tetapi juga di daerah-daerah utara seperti Sibe¬ria dan Kanada Utara (daerah Eskimo). Rumah dari batu juga lazim di berbagai tempat di dunia; terutama di daerah kota, tetapi juga di daerah pedesaan. Rumah dari bahan-bahan yang aneh seperti salju keras misalnya, terdapat hanya pada orang Eskimo di daerah Kanada Utara bagian tengah, dan di daerah Greenland Utara.
Dipandang dari sudut pemakaiannya, tempat berlindung dapat dibagi ke dalam tiga golongan, yaitu (i) tadah angin (ii) tenda atau gubuk yang segera dapat dilepas, dibawa pindah, dan didirikan lagi; dan (iii) rumah untuk menetap. Dipandang dari sudut fungsi sosialnya, berbagai macam rumah yang ter¬sebut terakhir dapat dibagi ke dalam (i) rumah tempat tinggal keluarga kecil, (ii) rumah tempat tinggal keluarga besar, (iii) rumah suci, (iv) rumah pemujaan, (v) rumah tempat berkumpul umum, (vi) rumah pertahanan.

Alat-alat Transpor. Manusia selalu bersifat mobil, tidak hanya dalam zaman mobil, kereta api, dan jet sekarang ini, teta¬pi juga dalam zaman prehistori, ketika semua manusia di dunia masih hidup dari berburu. Dengan demikian sejak zaman pre¬histori dahulu, dalam tiap kebudayaan manusia itu ada alat¬alat transpor. Alat-alat transpor dalam kebudayaan manusia agak sukar dikelaskan menurut bahan mentahnya, tetapi lebih praktis untuk membicarakannya langsung menurut fungsinya. Berdasarkan fungsinya, alat-alat transpor yang terpenting adalah (i) sepatu, (ii) binatang, (iii) alat Beret, (iv) kereta beroda, .(v) rakit, dan (vi) perahu.
Sepatu memang dapat dianggap sebagai suatu unsur pa¬kaian, tetapi fungsinya yang tertua rupa-rupanya adalah seba¬gai alat untuk melindungi -telapak kaki bila manusia harus berjalan di tanah yang sukar dilalui, maka sepatu pada dasar¬nya merupakan suatu alat transpor. Semua bentuk sepatu di dunia berdasarkan atas dua prinsip, yaitu prinsip moccasin dan prinsip sandal. Pada moccasin kaki seolah-oleh dibungkus, dan pada sandal kaki hanya diberi telapak. Prinsip moccasin terdapat di antara suku-suku bangsa di Siberia Utara dan di Amerika Utara, sedangkan sandal terdapat di antara suku-suku bangsa di Eropa, Asia, Amerika Tengah dan Selatan. Banyak suku bangsa di Afrika Timur, dan Selatan dan di Asia Tenggara tidak mengenal sepatu sama sekali. Sepatu modern yang di¬pakai orang zaman sekarang merupakan suatu kombinasi dari kedua prinsip itu. Mulai dahulu kulit binatang merupakan ba¬han mentah yang penting untuk sepatu.
Semacam sepatu yang sangat penting di daerah utara, di mana banyak terdapat salju (Siberia Utara dan Kanada Utara), adalah sepatu salju (snowshoe), yaitu alat yang menjaga agar orang yang berjalan di salju, tidak terperosok ke'dalam salju. Prinsip sepatu salju tidak lain dari suatu sandal dengan bi¬dang telapak yang dilebarkan sehingga berat tubuh dipikul oleh suatu bidang yang lebih lebar. Berbagai suku bangsa di daerah Siberia Utara dan Kanada Utara mempunyai bermacam¬-macam bentuk sepatu salju besar dan kecil, bulat dan lonjong,tetapi biasanya sepatu salju merupakan suatu rangkaian terbuat dari dahan kayu, dengan bidangnya yang diisi dengan suatu jaringan.
Sejak lama manusia telah mempergunakan juga binatang sebagai alat transpor dengan cara memuati binatang itu dengan barang atau dengan cara mengendarainya sendiri. Binatang pe-liharaan yang paling tua dipakai untuk maksud itu rupa-rupanya adalah onta. dan kuda. Kecuali itu manusia juga memakai ber¬bagai binatang lain seperti sapi, banteng, kerbau, keledai dan gajah,

Seekor binatang pada umumnya dapat membawa lebih banyak barang dengan cara menghela daripada dengan cara memuat barang itu di atas punggungnya. Karena itu dalam banyak kebudayaan suku bangsa kita lihat adanya alat-alat yang dapat dimuat dengan barang untuk dihela oleh binatang. Dengan alat itu tentu dimaksudkan kereta; tetapi dasar dari kereta adalah suatu alat lain yang prinsipnya agak kompleks, yaitu roda. Banyak suku bangsa di dunia tidak mengenal roda, tidak pernah menemukannya, dan tidak pernah mendapat ke¬sempatan untuk meniru pembuatannya dari suku bangsa lain. Pada suku bangsa serupa itu ada alat lain untuk memuat barang, yaitu travois, dan alat seret (sledge). Travois adalah suatu alat yang dipakai oleh berbagai suku bangsa. Indian di daerah steppa di Amerika Utara yang tidak mengenal kereta beroda. Alat itu terdiri dari suatu rangka yang berbentuk seperti suatu brancard di rumah sakit, tetapi menyempit pada satu bagian ujungnya. Bagian inilah yang diikatkan kepada binatang penghelanya, sedangkan sisanya terseret di tanah. Barang-barang dimuat di atas rangka itu. Suku-suku bangsa Indian memakai anjing seba¬gai binatang penghela travois, dan kemudian juga. kuda.

7. SISTEM MATA PENCARIAN
Sistem Mata Pencarian Tradisional. Perhatian para ahli antropologi terhadap berbagai macam sistem mata pencarian atau sistem ekonomi hanya terbatas kepada sistem-sistem yang bersifat tradisional saja, terutama dalam rangka perhatian mere¬ka terhadap kebudayaan sesuatu suku bangsa secara holistik. Berbagai sistem tersebut adalah : (i) berburu dan meramu; (ii) beternak; (iii) bercocok tanam di ladang (iv) menangkap ikan; dan (v) bercocok tanam 'menetap dengan irigasi.


Memburu dan Meramu. Mata pencaharian ber¬buru dan meramu, atau hunting and gathering merupakan suatu mata pencarian mahluk manusia yang paling tua, tetapi pada masa sekarang sebagian besar umat manusia telah beralih ke mata pencarian lain, sehingga hanya kurang-lebih setengah juta dari 3.000 juta penduduk dunia sekarang, atau kira-kira 0,01% saja hidup dari berburu dan meramu. Kecuali itu, suku¬-suku bangsa yang berburu tinggal terdesak di daerah-daerah di muka bumi yang paling tidak menguntungkan bagi kehidup¬an manusia yang layak, yaitu daerah pantai di dekat kutub yang terlampau dingin, atau daerah gurun yang terlampau leering.
Beternak. Beternak secara tradisional, atau pastoralism, sebagai suatu mata pencaharian pokok yang dikerjakan dengan cara besar-besaran, pada mass sekarang dilakukan oleh kurang¬lebih tujuh juta manusia, yaitu kira-kira 0.02% dari ke-3.000 juta penduduk dunia. sepanjang sejarah sampai sekarang suku-suku bangsa peternak di dunia biasanya hidup di daerah-daerah gu¬run, sabana, atau stepa. Kira-kira lima juta orang peternak dari berbagai suku bangsa hidup di daerah-daerah stepa dan sabana di Asia Tengah, memelihara domba, kambing, unta dan kuda. Kurang dari satu juta lagi hidup di daeah-daerah gurun, stepa, dan sabana di Asia Baratdaya, : dari memelihara domba, kam¬bing, unta atau kuda juga. Hanya beberapa ratus ribu peternak saja hidup di daerah stepa di Siberia dari memelihara domba dan kuda, sedangkan sejuta lainnya tersebar di daerah-daerah gurun dan stepa di Afrika Utara, dan memelihara unta dan kuda, atau di daerah-daerah sabana dan stepa di Afrika Timur dan Selatan yang memelihara sapi.
Bercocok Tanam diLadang Bercocok tanam di ladang merupakan suatu bentuk mata pencaharian manusia yang lambat laun juga akan hilang, diganti dengan bercocok tanam mene¬tap. Bercocok tanam di ladang sebagian besar dilakukan di daerah-daerah rimba tropik, yaitu terutama di Asia Tenggara dan Kepulauan Asia Tenggara, di daerah Sungai Konggo di Afri¬ka, dan di daerah Sungai Amazone di Amerika Selatan.
Cara orang melakukan bercocok tanam di ladang adalah dengan membuka sebidang tanah dengan memotong belukar, dan menebang pohon-pohon, kemudian dahan-dahan dan batang-batang yang jatuh bertebaran dibakar setelah kering. ladang-ladang yang dibuka dengan cara demikian itu kemudian ditanami dengan pengolahan yang minimum dan tanpa irigasi. Sesudah dua atau tigakah memungut hasilnya tanah yang sudah kehilangan kesuburannya itu ditinggalkan. Sebuah ladang baru dibuka dengan cara yang sama, yaitu dengan menebang dan membakar pohon-pohonnya.Setelah 10 hingga 12 tahun, mereka akan kembali lagi ke ladang yang pertama, yang semen¬tara itu sudah tertutup dengan hutan kembali.
Menangkap Ikan. Di samping berburu dan meramu, me¬nangkap ikan juga merupakanmata pencaharian yang sangat tua. Manusia zaman purba yang kebetulan hidup di dekat su¬ngai, danau, atau laut, telah mempergunakan sumber alam yang penting itu untuk keperluan hidupnya. Waktu manusia menge nal bercocok tanam, maka menangkap ikan sering dilakukan se¬bagai mata pencarian tambahan. Sebaliknya, masyarakat nela¬yan yang menangkap ikan sebagai mata pencaharian hidupnya yang utama, di samping itu juga bertani clan berkebun.
Para nelayan yang menangkap ikan di laut biasanya berla¬yar dekat pantai, terutama di daerah-daerah teluk. Menurut para ahli, lebih dari 50% dari ikan di seluruh dunia memang hidup dalam kawanan yang meliputi jumlah beribu-ribu ekor, dengan jarak antara 10 hingga 30 Km dari pantai. Pada musim-musim tertentu kawanan ikan tadi malahan lebih mendekat lagi, dan masuk ke dalam teluk-teluk untuk mencari air tenang dan untuk bertelur.

Soal sumber alam dan modal dalam usaha mencari ikan menyangkut hal-hal seperti hak ulayat terhadap daerah-daerah tertentu dalam sungai, danau, atau pantai di mana terdapat banyak ikan, binatang kerang, atau binatang air lainnya. Di samping itu ada juga soal yang menyangkut misalnya hak atas tempat berlabuh perahu yang tertentu dan sebagainya. Hal yang terpenting dalam soal modal adalah hak milik atas alat-alat menangkap ikan, jerat, jala dan sebagainya, dan sudah tentu soal hak milik atas perahu dan alat-alat berlayar.
Soal tenaga kerja menyangkut hal-hal seperti usaha gotong¬royong dan cara-cara mengerahkan tenaga untuk menangkap ikan bersama-sama, cara-cara untuk mengerahkan awak kapal nelayan dan sebagainya. Kecuali itu soal tenaga kerja juga me¬nyangkut soal upah, soal bagi basil dan sebagainya.
Soal teknologi produksi menyangkut banyak hal, karena kecuali memperhatikan cara-cara menangkap ikan, cara meme¬lihara alat-alat perikanan, juga mengenai cara membuat serta memelihara perahu dan cara berlayar Berta mengemudikan pe¬rahu. Dalam soal teknologi juga tersmgkut segala upacara ilmu gaib untuk menangkap ikan, clan segala macam ilmu dukun dan ilmu sihir untuk keselamatan berlayar di laut.
Soal distribusi dan pemasaran juga menyangkut hal-hal yang ada hubungannya dengan cara pengawetan ikan dan organisasi penjualait serta distribusi kepada tengkulak atau di pasar-pasar ikan.
Bercocok Tanam Menetap Dengan Irigasi. Bercocok ta¬nam menetap pertama-tama timbul beberapa daerah di dunia yang terletak di daerah 'perairan sungai-sungai besar, yang karena itu sangat subur tanahnya. Daerah-daerah itu ada¬lah misalnya daerah perairan Sungai Nil atau daerah Sungai Tigris clan Eufrat di daerah-daerah yang sekarang menjadi wi¬layah Irak.
8. ORGANISASI SOSIAL
Unsur-Unsur Khusus Dalam Organisasi Sosial. Dalam tiap masyarakat kehidupan masyarakat diorganisasi atau diatur oleh adat-istiadat dan aturan-aturan mengenai berbagai macam kesatuan di dalam lingkungan mana ia hidup dan bergaul hari ke hari, kesatuan sosial yang paling dekat dan mesra adalah kesatuan kekerabatannya, yaitu keluarga inti yang dekat, dan kaum kerabat yang lain. Kemudian ada kesatuan-kesatuan di luar kaum kerabat, tetapi masih dalam lingkungan komunitas. Karena tiap masyarakat manusia, dan juga masyarakat desa, terbagi-bagi ke dalam lapisan-lapisan, maka tiap orang di luar kaum kerabatnya menghadapi lingkungan orang-orang yang lebih tinggi dari padanya. tetapi juga orang-orang yang sama tingkatnya. Di. antara golongan terakhir ini ada orang-orang yang dekat padanya dan ada pula orang-orang yang jauh pada¬nya.
Sistem Kekerabatan. Dalam masyarakat di mana pengaruh" industrialisasi sudah masuk mendalam, tampak bahwa fungsi kesatuan kekerabatan yang sebelumnya penting dalam banyak sektor kehidupan seseorang, biasanya mulai berkurang, dan ber¬samaan dengan itu adat-istiadat yang mengatur kehidupan ke¬kerabatan sebagai kesatuan mulai mengendor. Namun masih banyak sekali masyarakat di dunia, yaitu Afrika, Asia, Osea¬nia, dan Amerika Latin, yang berdasarkan kan pertanian dengan sua¬tu kebudayaan agraris. Dalam rangka kebudayaan seperti itu hubungan kekerabatan dalam kehidupan masyarakat biasanya masing-masing sangat penting.
9. SISTEM PENGETAHUAN
Perhatian Antropologi Terhadap Pengetahuan. Dalam sua¬tu etnografi biasanya ada berbagai bahan keterangan me¬ngenai sistem pengetahuan dalam kebudayaan suku bangsa yang bersangkutan. Bahan itu biasanya yang meliputi pengetahuan mengenai teknologi, seringkali juga ada keterangan mengenai pengetahuan yang menyolok dan yang dianggap aneh oleh pengarangnya, seperti kepandaian suku-suku bangsa Negrito di daerah Sungai Konggo di Afrika Tengah untuk mengolah dan memasak bisa panah yang "mujarab", pengetahuan mengenai obat-obatan asli dari suku-suku bangsa penduduk Sumatra Ba¬rat, atau pengetahuan dan teknologi suku-suku bangsa pen-duduk Polinesia dan Mikronesia mengenai pembangunan perahu dan mengenai kepandaian berlayar dengan seluruh sistem navigasinya. Malahan mengenai pengetahuan yang menyolok serupa itu telah ditulis berbagai karangan khusus. Walaupun demikian, bahan itu seringkali kurang menjadi obyek analisa para ahli antropologi; dalam kalangan ilmu antropologi bahan itu hanya merupakan bahan istimewa saja.
Perhatian yang sangat kurang itu mungkin disebabkan ka¬rena antara para ahli di Eropa dulu ada suatu pendirian bahwa dalam kebudayaan suku-suku bangsa di luar Eropa tidak ada sistem pengetahuan, dan kalaupun ada, maka hal itu tidak pen¬ting, atau merupakan terkecualian atau suatu keadaan istimewa. Malahan pernah ada suatu masa ketika para ahli bangsa Ero¬pa mencoba membuktikan dengan memakai metode-metode i1miali bahwa manusia yang hidup dalam masyarakat yang ber¬ada di luar lingkungan kebudayaan bangsa-bangsa Eropa itu, yaitu masyarakat primitif, tidak mungkin dapat memiliki sis¬tem pengetahuan dan ih-nu pengetahuan. Seorang ahli filsafat, bernama L. Levy-Bruhl, misalnya, menulis sebuah buku berjudul Les Fonctions Mentales daps les Socie'tes-Inferieures (1910). Di dalamnya ia menerangkan dengan mengambil bahan bukti dari mitologi, ilmu gaib, ilmu dukun, dari kebudayaan¬-kebudayaan berbagai suku bangsa di luar Eropa, bahwa dasar¬dasar cara berpikir manusia yang hidup dalam kebudayaan atau masyarakat rendah (inferieur) serupa itu samasekali berbeda dengan dasar-dasar cara berpikir dalam masyarakat Eropa dan Amerika; maka karena cara berpikir yang berbeda itu maka orang dalam masyarakat yang rendah tidak dapat mempunyai ilmu pengetahuan seperti dalam dunia modern.
Demikian juga ada seorang ahli psikologi bernama H. Werner, yang menulis sebuah karangan mengenai ilmu psikologi, ber¬judul EinlVhrung in der Entwicklungspsychologie (1926). Di dalamnya diterangkan bahwa alam pikiran bangsa-bangsa primitif (Naturvoelker) mengundang banyak ciri-ciri yang sama dengan alam pikiran anak-anak, Berta alam pikiran pen¬derita penyakit jiwa (Geisteskranker) dalam masyarakat bang¬sa-bangsa Eropa. Walaupun banyak pula mendapat kritik, tetapi pengaruh pandangan orang seperti Levy-Bruhl dan Werner itu sangat besar dalam dunia ilmu pengetahuan di Eropa pada waktu sebelum Perang Dunia II. Mungkin ini juga yang menjadi salah satu sebab dari kurang adanya per¬hatian dari sudut ilmu antropologi terhadap unsur pengetahu an dalam masyarakat suku-suku bangsa di luar lingkungan kebudayaan Eropea
Sekarang para ahli antropologi sudah sadar bahwa pendiri¬an seperti terurai di atas itu tidak sesuai dengan kenyataan. Mereka sekarang sudah yakin bahwa suatu masyarakat, betapa kecil pun, tidak mungkin dapat hidup tanpa pengetahuan tentang alam sekelilingnya dan sifat-sifat dari peralatan yang dipakainya. Berbeda dengan binatang, manusia memang tidak banyak dipimpin oleh nalurinya dalam hidupnya.
sistem Pengetahuan. Uraian mengenai pokok-pokok khusus Yang merupakan isi dari sistem pengetahuan dalam suatu kebudayaan, akan merupakan suatu uraian tentang, cabang-cabang pengetahuan. Cabang-cabang itu sebaiknya dibagi berdasarkan pokok perhatiannya. Dengan demikian tiap suku bangsa di dunia biasanya mempunyai pengetahuan tentang:
1. alam sekitarnya;
2. alam flora di daerah tempat tinggalnya;
3. alam fauna di derah tempat tinggalnya;
4. zat-zat, bahan mentah, dan benda-benda dalam ling¬kungannya;
5. tubuh manusia;
6. sifat-sifat dan tingkah-laku sesama manusia; dan
7. ruang dan waktu.
Pengetahuan tentang alam sekitarnya adalah misalnya pengetahuan tentang musim-musim, tentang sifat-sifat gejala-¬gejala alam, tentang bintang-bintang dan sebagainya.Penge¬tahuan mengenai soal-soal tersebut biasanya berasal dari keper¬luan praktis untuk berburu, bertani, berlayar menyeberangi laut dari suatu pulau ke pulau lain (seperti pada suku-suku bangsa penduduk Kepulauan Oseania). Pengetahuan tentang alam ini seringkali mendekati lapangan religi bilamana pengetahuan ini bersangkutan dengan soal asal-mula alam, penciptaan alam, asal-mula gejala-gejala, asal-mula gerhana dan sebagainya. Pengetahuan ini seringkali berupa dongeng-dongeng yang di¬anggap suci. Dongeng-dongeng mengenai penciptaan alam da¬lam suatu kesusasteraan sering disebut kosmogoni, dan seluruh himpunan dongeng suci (mite) dalam ilmu antropologi dan juga filologi, penelitian folklor , sejarah kesusasteraan dan sebagainya, disebut mitologi.

10. SISTEM RELIGI
Sejak lama, ketika ilmu antropologi belum ada dan hanya merupakan suatu himpunan tulisan mengenai adat-istiadat yang aneh-aneh dari suku-suku bangsa di luar Eropa, religi telah menjadi suatu pokok penting dalam buku-buku para pengarang tulisan-tulisan etnografi mengenai suku-suku bangsa itu. Sebenarnya ada dua hal yang menyebabkan perhatian yang besar itu, yaitu:
1. upacara keagamaan dalam kebudayaan suatu suku bangsa biasanya merupakan unsur kebudayaan yang tampak paling lahir;
2. bahan etnografi mengenai upacara keagamaan diperlu¬kan untuk menyusun teori-teori tentang asal mula religi.
Unsur-unsur Khusus Dalam Rangka Sistem Religi. Dalam rangka pokok antropologi tentang religi, sebaiknya juga di bicarakan sistem ilmu gaib sehingga pokok itu dapat dibagi menjadi dua pokok khusus, yaitu (1) sistem religi dan (2) sistem ilmu gaib.
Semua aktivitas manusia yang bersangkutan dengan religi berdasarkan atas suatu getaran jiwa, yang biasanya disebut emosi keagamaan, atau religious emotion. Emosi keagamaan ini biasanya pernah dialami oleh setiap manusia, walaupun getaran emosi itu mungkin hanya berlangsung untuk beberapa detik saja, untuk kemudian menghilang lagi. Emosi keagamaan itulah yang mendorong orang melakukan tindakan-tindakan yang bersifat religi. Mengenai masalah apakah emosi itu, tidak akan kita persoalkan lebih lanjut dalam buku ini. Pokoknya, emosi keagamaan menyebabkan bahwa sesuatu benda, suatu tindakan, atau suatu gagasan, mendapat suatu nilai keramat, atau sacred value, dan dianggap keramat. Demikian juga benda¬benda, tindakan-tindakan, atau gagasan-gagasan yang biasanya tidak keramat, yang biasanya profane, tetapi apabila dihadapi oleh manusia yang dihinggapi oleh emosi keagamaan, sehingga ia seolah-olah terpesona, maka benda-benda, tindakan-tindakan, dan gagasan-gagasan tadi menjadi keramat. kebudayaan selalu mempu¬nyai ciri-ciri untuk sedapat mungkin memelihara emosi ke¬agamaan itu di antara pengikut-pengikutnya. Dengan demikian emosi keagamaan merupakan unsur penting dalam suatu religi bersama dengan tiga unsur yang lain. yaitu (i) sistem keyakinan; (ii) sistem upacara keagamaan; (iii) suatu umat yang menganut religi itu.
11. KESENIAN
Perhatian terhadap kesenian, atau segala ekspresi hasrat manusia akan keindahan, dalam kebudayaan suku-suku bangsa di luar Eropa, mula-mula bersifat deskriptif. Para pengarang etnografi masa akhir abad ke-19 dan permulaan abad ke-20 dalam karangan-karangan mereka seringkali memuat suatu deskripsi mengenai benda¬benda hasil seni, seni rupa, terutama seni patung, seni ukir, atau seni hias, pada benda alat-alat sehari-hari. Deskripsi¬ itu terutama memperhatikan bentuk, teknik pem¬buatan, motif perhiasan, dan gagasan dari benda-benda kesenian tadi. Kecuali benda hasil seni rupa, lapangan kesenian lain yang juga sering mendapat tempat dalam sebuah karangan etnografi adalah seni musik, seni tari, dan drama. Bahkan mengenai seni musik acapkah hanya terbatas kepada deskripsi mengenai alat bunyi-bunyian; bahan mengenai seni tari biasanya hanya meng¬uraikan jalannya suatu tarian, tetapi jarang suatu keterangan koreografi tentang gerak-gerak tarinya sendiri; sedangkan bahan seni drama sering juga terbatas hanya kepada urai¬an mengenai dongengnya saja, atau karena seni drama pada banyak suku bangsa di dunia ada hubungannya dengan religi, maka seni drama sering juga dibicarakan dengan upacara-upa¬cara keagamaan tentang religi.
Lapangan-Lapangan Khusus Dalam Kesenian. Dipandang dari sudut cara kesenian sebagai ekspresi hasrat manusia akan keindahan itu dinikmati, maka ada dua lapangan besar, yaitu: (1) seni rupa, atau kesenian yang dinikmati oleh, manusia dengan mata, dan (2) seni suara, atau kesenian yang dinikmati oleh manusia dengan telinga.
Dalam lapangan seni rupa ada seni patung, seni relief (ter¬masuk seni ukir), seni lukis serta gambar, dan seni rias. Seni musik ada yang vokal I.menyanvi) dan ada yang instrumental ( dengan alat bunyi-bunyian). Dan seni sastra lebih khusus terdiri dari prosa dan puisi, suatu lapangan kesenian yang meliputi kedua bagian tersebut diatas adalah seni gerak. atau seni tari, karena kesenian ini dapat dinikmati dengan mata maupun telinga. Akhirnya ada suatu lapangan kesenian yang meliputi keseluruhannya, yaitu seni drama, karena lapangan kesenian ini mengandung unsur-unsur dari seni lukis, seni rias, seni musik, seni sastra dan seni tari, yang semua diintegrasikan menjadi satu kebulatan. Seni drama bisa bersifat tradisional, seperti wayang Jawa atau bisa bersifat modern dengan teknologi modern, ialah seni film.

Rabu, 23 September 2009

Pengantar Ilmu Politik, hub Ilmu Politik dengan ilmu lainnya

HUBUNGAN ILMU POLITIK DENGAN ILMU PENGETAHUAN LAINNYA

1. HUBUNGAN ILMU POLITIK DENGAN SEJARAH

Dalam ilmu politik, sejarah merupakan alat yang paling penting karena menyumbangkan bahan yaitu data dan fakta dari masa lampau untuk diolah lebih lanjut. Bahan mentah yang disajikan oleh sejarah, oleh ilmu politik dipakai untuk menemukan pola-pola ulangan yang dapat membantu menentukan proyeksi masa depan.

2.HUBUNGAN ILMU POLITIK DENGAN FILSAFAT

Ilmu lain yang erat sekali hubungannya dengan ilmu politik ialah filsafat. Filsafat ialah usaha untuk secara rasional dan sistematis mencari pemecahan atau jawaban atas persoalan-persoalan yang menyangkut alam semesta dan kehidupan manusia.

Ilmu politik sangat erat dengan filsafat, terutama filsafat politik yaitu bagian dari filsafat yang menyangkut kehidupan politik terutama mengenai sifat hakiki, asal mula dan value dari Negara, karena Negara dan manusia di dalamnya dianggap sebagai bagian dari alam semesta.

3. HUBUNGAN ILMU POLITIK DENGAN SOSIOLOGI

Ilmu sosiologi membantu ilmu politik dalam usaha memehami latar belakang susunan dan pola kehidupan sosial dari berbagai golongan dan kelompok dalam masyarakat. Dengan pengertian ini, ilmu politik dapat mengetahui sampai dimana susunan dan stratifikasi sosial mempengaruhi atau di pengaruhi oleh misalnya: keputusan kebijakan, corak dan sifat keabsahan politik, sumber-sumber kewenangan politik, pengendalian sosial dan perubahan sosial, dalam artian Sosiologi memberikan analisis terhadap kehidupan sosial secara umum dan menyeluruh.

4.HUBUNGAN ILMU POLITIK DENGAN ANTROPOLOGI

Antropologi menyumbangkan pengertian dan teori tentang kedudukan serta peran berbagai satuan sosial budaya yang lebih kecil dan sederhana. Antropologi sangat berpengaruh dalam bidang metodologi penelitian ilmu politik, metode yang berguna dan sering dipakai dalam penelitian ilmu politik ialah metode peserta pengamat, dengan metode ini, ilmu politik dapat meneliti gejala-gejala kehidupan sosial dari dalam masyarakat yang menjadi objek penelitiannya.

5. HUBUNGAN ILMU POLITIK DENGAN ILMU EKONOMI

Ilmu ekonomi berorientasi kuat terhadap kebijakan yang rasional, khususnya penentuan hubungan antara tujuan dan cara mencapai tujuan yang telah ditentukan. Ilmu ekonomi sangat berpengaruh luas pada ilmu politik seperti misalnya pengertian pembangunan ekonomi yang telah mempengaruhi pengertian pembangunan politik, dimana kerjasam antara ilmu politik dengan ilmu ekonomi sangat dibutuhkan untuk menganalisis siasat-siasat pembangunan nasional.

6. HUBUNGAN ILMU POLITIK DENGAN PSIKOLOGI SOSIAL

Psikologi sosial adalah pengkhususan psikologi yang mempelajari hubungan timbal balik antara manusia dan masyarakat, khususnya faktor-faktor yang mendorong manusia unutk berperan dalam ikatan kelompok sosial, bidang psikologi umumnya memusatkan perhatian pada kehidupan perorangan.

Psikologi sosial mengamati kegiatan manusia dari segi extern (lingkungan sosial, fisik, peristiwa-peristiwa dan gerakan massa) maupun dari segi intern (kesehatan fisik perorangan, semangat dan emosi), dengan menggunakan kedua macam analisis ini, ilmu politik dapat menganalisis secara lebih mendalam makna dan perang orang terkuat, kondisi sosial, ekonomi dan ciri-ciri kepribadian yang memungkinkannya memainkan peran besar itu.

7. HUBUNGAN ILMU POLITIK DENGAN ILMU HUKUM

Ilmu hukum dengan ilmu politik juga sangat erat hubungannya, terutama di Negara-negara benua Eropa karena mengatur dan melaksanakan undang-undang merupakan salah satu kewajiban Negara yang penting. Ilmu hukum juga menopang Negara atau ilmu politik yaitu hukum tata Negara dan ilmu Negara.

8. HUBUNGAN ILMU POLITIK DENGAN ILMU BUMI

Faktor-faktor yang berdasarkan geografi seperti pembatasan strategis, desakan penduduk, daerah pengaruh mempengaruhi politik. Geografi atau ilmu bumi juga mempengaruhi karakter dan kehidupan nasional dari rakyat dan oleh karena itu ilmu bumi atau geografi harus diperhitungkan dalam menyajikan politik luar negeri dan politik sosial